BERAKAR DAN BERBUAH
JANGAN HANYA SIMPAN VISI TUHAN
RHEMA
Ayub 20:8 _Bagaikan impian ia melayang hilang, tak berbekas, lenyap bagaikan penglihatan waktu malam._
Kitab Ulangan 6:1-25 menceritakan bagaimana Tuhan menyampaikan visiNya kepada bangsa Israel melalui Musa. Karena visi Tuhan itu kekal, supaya bangsa Israel tetap bisa berjalan dalam visi itu maka ada perintah yang harus mereka taati, yaitu bahwa mereka harus mengajarkan taurat Tuhan berulang-ulang kepada anak-anak mereka. Secara praktis, mereka diajarkan untuk mengikatkannya sebagai tanda di tangan dan menjadikannya lambang di dahi. Selain itu mereka juga harus menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pada pintu gerbang, supaya setiap orang yang lewat bisa selalu membaca dan mengingatnya kembali. Namun, setelah berjalan beberapa generasi sampai pada masa raja-raja, bangsa Israel ternyata tidak lagi mengindahkan perintah itu. Oleh karena itu mereka menjadi tidak tahu bahwa mereka sudah berjalan jauh menyimpang dari visi yang sudah Tuhan tetapkan. Akibatnya, mereka harus mengalami masa-masa suram di waktu yang sangat lama.
Pada masa raja-raja, bangsa Israel terpecah menjadi dua kerajaan, Israel dan Yehuda. Sejak perpecahan itu kedua bangsa itu terus menerus mengalami ketidakstabilan. Pergolakan pemerintahan sering terjadi dan selalu dipimpin oleh raja-raja jahat yang hatinya jauh daripada Tuhan. Boleh dikata, di masa itu kondisi Israel terpuruk dan terkurung dalam kegelapan. Bagaimana tidak, di sepanjang 345 tahun, hanya ada dua orang raja yang takut dan percaya akan Tuhan, Hizkia dan Yosia. Di masa Yosia, secara tak terduga kitab Taurat kembali ditemukan. Penemuan ini membangkitkan semangat dan komitmen yang baru dari Yosia kepada Firman Allah. Bahkan di masa Yosia inilah untuk pertama kalinya diadakan lagi perayaan Paskah, yang sudah dilupakan semenjak Israel diperintah para hakim.
Kita bersyukur minggu ini kita diingatkan kembali tentang apakah itu visi profetik. Dalam menjalaninya, seperti kisah di atas, ternyata visi itu harus terus-menerus diperhatikan dan harus tetap menjadi fokus perjuangan setiap hari. Caranya adalah dengan sungguh-sungguh kita menuliskannya sehingga bisa dibaca setiap saat. Cara itu akan membantu kita untuk selalu ingat akan visi dan bisa fokus berjalan mencapainya. Oleh sebab itu, mari kita terus gelorakan visi yang sudah Tuhan tetapkan atas hidup kita, dan bukan malah menyimpannya rapat-rapat. Sebab, yang menjadi alasan mengapa banyak orang tidak pernah mengalami penggenapan visi adalah karena mereka hanya menaruh dan menyimpannya, sehingga seiring berjalannya waktu, mereka pun lupa dengan visi yang sudah mereka buat.
RENUNGAN:
Alasan banyak orang TIDAK BISA MENGALAMI penggenapan visi adalah karena visi itu hanya DITARUH, DISIMPAN, dan DILUPAKAN.
APLIKASI:
1. Sudahkah Anda mendapat visi dari Tuhan?
2. Apa respon Anda terhadap visi Tuhan tersebut?
3. Apa yang akan Anda kerjakan agar visi tersebut tidak terlupakan?
DOA
_Bapaku yang baik, terimakasih untuk setiap visi yang Engkau berikan. Kami tidak mau hanya menyimpan atau bahkan melupakannya. Kamu mau sungguh-sungguh memperjuangkan visi tersebut sampai tergenapi ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin._
Keluarga Allah Global Cell Church | www.gbika.org
π Love God π Love People π₯With Passion❤️π






0 comments:
Post a Comment