ku mau selalu bersyukur

Wednesday, February 2, 2022

FINISH STRONG DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN

_BERAKAR DAN BERBUAH_



FINISH STRONG DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN


RHEMA HARI INI

2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.


23 Oktober 2018, lomba lari estafet jarak jauh digelar di Prefektur Fukuoka, Jepang. Rei Lida, pelari Jepang berusia sembilan belas tahun berjibaku mencapai garis finish meski kakinya patah. Ia terjatuh saat berusaha menghampiri rekannya di garis pergantian. Bukannya berhenti atau menyerah, Lida justru meneruskan usahanya berlari menggunakan lututnya. Perlahan ia merangkak sejauh 200 meter menuju garis pergantian pelari. Aksi itu membuat rekannya yang menunggu di garis batas tak kuasa membendung air matanya. Panitia penyelenggara mengatakan, Lida tidak dapat dihentikan karena keinginannya yang kuat untuk tetap melanjutkan perlombaan. Sekalipun timnya kalah bertanding, tetapi cara Lida menyelesaikan bagian pertandingannya menjadikan ia lebih dari sekedar juara. 


Perjuangan dalam mencapai garis akhir dapat kita lihat pula pada salah satu tokoh Alkitab, yaitu Rasul Paulus. Alkitab mencatat kisah pelayanan Rasul Paulus yang penuh dengan tantangan. Paulus pernah dianiaya, dikecewakan dan ditinggalkan temannya, sering kali kelaparan, pernah kekurangan, juga menanggung sakit-penyakit, serta masih banyak lagi. Namun dalam semua kondisi dan keadaan yang tidak baik itu, Paulus tidak sekali pun berpikir untuk undur dari Tuhan. Kenapa bisa demikian? Karena iman Paulus adalah iman yang absolut! Bagi Paulus, sekali Yesus tetap Yesus. Itu sebabnya, Paulus berhasil finish strong!


Demikian juga dengan kita semua, apa pun kondisi kita, bagaimanapun keadaan kita, satu hal yang menjadi tugas besar kita, kita harus finish strong. Memang masalah akan tetap ada. Sakit-penyakit tidak akan berhenti mengancam dunia. Kesulitan dan tekanan hidup akan silih berganti datang. Namun Alkitab mencatat, setiap anak Tuhan akan mengalahkan dunia. Kenapa? Sebab Tuhan akan selalu ada dan menolong kita menghadapi semua itu. Bagian kita adalah bertahan dengan iman absolut dan terus berjuang dalam Tuhan, maka Tuhan bukan hanya akan membawa kita sampai ke garis finish, tetapi membuat kehidupan kita berbuah lebat.


*RENUNGAN*

Iman absolut membuat kita *FINISH STRONG.*


*APLIKASI*

1. Bagaimana sikap Anda selama ini dalam menghadapi tantangan atau rintangan yang Anda hadapi dalam hidup Anda?

2. Menurut Anda, mengapa iman yang absolut dapat membuat kita finish strong?

3. Komitmen apa yang akan Anda ambil agar Anda dapat finish strong dalam setiap aspek kehidupan Anda?


DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, ajar kami agar dapat memiliki iman yang absolut. Biar melalui hidup kami, nama-Mu semakin dipermuliakan. Karena kami percaya, saat kami memiliki iman yang absolut, maka kami akan dapat menghadapi segala tantangan dan mengakhirinya dengan finish strong.

Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”


BACAAN ALKITAB SETAHUN

Ayub 8-10

Kisah Para Rasul 8:26-40

Ayub 8:1-22

1 Maka berbicaralah Bildad, orang Suah: 

2 "Berapa lamakah lagi engkau akan berbicara begitu, dan perkataan mulutmu seperti angin yang menderu? 

3 Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran? 

4 Jikalau anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia, maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka. 

5 Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, 

6 kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu. 

7 Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia. 

8 Bertanya-tanyalah tentang orang-orang zaman dahulu, dan perhatikanlah apa yang diselidiki para nenek moyang. 

9 Sebab kita, anak-anak kemarin, tidak mengetahui apa-apa; karena hari-hari kita seperti bayang-bayang di bumi. 

10 Bukankah mereka yang harus mengajari engkau dan yang harus berbicara kepadamu, dan melahirkan kata-kata dari akal budi mereka? 

11 Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air? 

12 Sementara dalam pertumbuhan, sebelum waktunya disabit, layulah ia lebih dahulu dari pada rumput lain. 

13 Demikianlah pengalaman semua orang yang melupakan Allah; maka lenyaplah harapan orang fasik, 

14 yang andalannya seperti benang laba-laba, kepercayaannya seperti sarang laba-laba. 

15 Ia bersandar pada rumahnya, tetapi rumahnya itu tidak tetap tegak, ia menjadikannya tempat berpegang, tetapi rumah itu tidak tahan. 

16 Ia seperti tumbuh-tumbuhan yang masih segar di panas matahari, sulurnya menjulur di seluruh taman. 

17 Akar-akarnya membelit timbunan batu, menyusup ke dalam sela-sela batu itu. 

18 Tetapi bila ia dicabut dari tempatnya, maka tempatnya itu tidak mengakuinya lagi, katanya: Belum pernah aku melihat engkau! 

19 Demikianlah kesukaan hidupnya, dan tumbuh-tumbuhan lain timbul dari tanah. 

20 Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat. 

21 Ia masih akan membuat mulutmu tertawa dan bibirmu bersorak-sorak. 

22 Pembencimu akan terselubung dengan malu, dan kemah orang fasik akan tidak ada lagi." 

Ayub 9:1-35

1 Tetapi Ayub menjawab: 

2 "Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah? 

3 Jikalau ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya. 

4 Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat? 

5 Dialah yang memindahkan gunung-gunung dengan tidak diketahui orang, yang membongkar-bangkirkannya dalam murka-Nya; 

6 yang menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang; 

7 yang memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai; 

8 yang seorang diri membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut; 

9 yang menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan; 

10 yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya. 

11 Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak mengetahui. 

12 Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya: Apa yang Kaulakukan? 

13 Allah tidak menahani murka-Nya, di bawah kuasa-Nya para pembantu Rahab membungkuk; 

14 lebih-lebih aku, bagaimana aku dapat membantah Dia, memilih kata-kataku di hadapan Dia? 

15 Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. 

16 Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku; 

17 Dialah yang meremukkan aku dalam angin ribut, yang memperbanyak lukaku dengan tidak semena-mena, 

18 yang tidak membiarkan aku bernafas, tetapi mengenyangkan aku dengan kepahitan. 

19 Jika mengenai kekuatan tenaga, Dialah yang mempunyai! Jika mengenai keadilan, siapa dapat menggugat Dia? 

20 Sekalipun aku benar, mulutku sendiri akan menyatakan aku tidak benar; sekalipun aku tidak bersalah, Ia akan menyatakan aku bersalah. 

21 Aku tidak bersalah! Aku tidak pedulikan diriku, aku tidak hiraukan hidupku! 

22 Semuanya itu sama saja, itulah sebabnya aku berkata: yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua-duanya dibinasakan-Nya. 

23 Bila cemeti-Nya membunuh dengan tiba-tiba, Ia mengolok-olok keputusasaan orang yang tidak bersalah. 

24 Bumi telah diserahkan ke dalam tangan orang fasik, dan mata para hakimnya telah ditutup-Nya; kalau bukan oleh Dia, oleh siapa lagi? 

25 Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada seorang pelari, lenyap tanpa melihat bahagia, 

26 meluncur lewat laksana perahu dari pandan, seperti rajawali yang menyambar mangsanya. 

27 Bila aku berpikir: Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira, 

28 maka takutlah aku kepada segala kesusahanku; aku tahu, bahwa Engkau tidak akan menganggap aku tidak bersalah. 

29 Aku dinyatakan bersalah, apa gunanya aku menyusahkan diri dengan sia-sia? 

30 Walaupun aku membasuh diriku dengan salju dan mencuci tanganku dengan sabun, 

31 namun Engkau akan membenamkan aku dalam lumpur, sehingga pakaianku merasa jijik terhadap aku. 

32 Karena Dia bukan manusia seperti aku, sehingga aku dapat menjawab-Nya: Mari bersama-sama menghadap pengadilan. 

33 Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua! 

34 Biarlah Ia menyingkirkan pentung-Nya dari padaku, jangan aku ditimpa kegentaran terhadap Dia, 

35 maka aku akan berbicara tanpa rasa takut terhadap Dia, karena aku tidak menyadari kesalahanku." 

Ayub 10:1-22

1 "Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku. 

2 Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku. 

3 Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik? 

4 Apakah Engkau mempunyai mata badani? Samakah penglihatan-Mu dengan penglihatan manusia? 

5 Apakah hari-hari-Mu seperti hari-hari manusia, tahun-tahun-Mu seperti hari-hari orang laki-laki, 

6 sehingga Engkau mencari-cari kesalahanku, dan mengusut dosaku, 

7 padahal Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, dan bahwa tiada seorang pun dapat memberi kelepasan dari tangan-Mu? 

8 Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? 

9 Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali? 

10 Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu, dan mengentalkan aku seperti keju? 

11 Engkau mengenakan kulit dan daging kepadaku, serta menjalin aku dengan tulang dan urat. 

12 Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku. 

13 Tetapi inilah yang Kausembunyikan di dalam hati-Mu; aku tahu, bahwa inilah maksud-Mu: 

14 kalau aku berbuat dosa, maka Engkau akan mengawasi aku, dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada kesalahanku. 

15 Kalau aku bersalah, celakalah aku! dan kalau aku benar, aku takkan berani mengangkat kepalaku, karena kenyang dengan penghinaan, dan karena melihat sengsaraku. 

16 Kalau aku mengangkat kepalaku, maka seperti singa Engkau akan memburu aku, dan menunjukkan kembali kuasa-Mu yang ajaib kepadaku. 

17 Engkau akan mengajukan saksi-saksi baru terhadap aku, — Engkau memperbesar kegeraman-Mu terhadap aku — dan pasukan-pasukan baru, bahkan bala tentara melawan aku. 

18 Mengapa Engkau menyebabkan aku keluar dari kandungan? Lebih baik aku binasa, sebelum orang melihat aku! 

19 Maka aku seolah-olah tidak pernah ada; dari kandungan ibu aku langsung dibawa ke kubur. 

20 Bukankah hari-hari umurku hanya sedikit? Biarkanlah aku, supaya aku dapat bergembira sejenak, 

21 sebelum aku pergi, dan tidak kembali lagi, ke negeri yang gelap dan kelam pekat, 

22 ke negeri yang gelap gulita, tempat yang kelam pekat dan kacau balau, di mana cahaya terang serupa dengan kegelapan." 

Kisah Para Rasul 8:1-40

1 Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.

2 Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. 

3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. 

4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 

5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 

6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.

7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.

8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 

9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting.

10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar."

11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 

12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.

13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.

14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.

15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 

16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 

18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,

19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus."

20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.

21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 

22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 

23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." 

24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu."

25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.

26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.

27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" 

30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"

31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.  

33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. 

34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"

35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. 

36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"

37 [Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]

38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

GBI Keluarga Allah Global Cell Church

www.gbika.org | 0899-789-5000

❤ Love God, 💓Love People, 🔥with Passion

0 comments:

Post a Comment